![]() |
GKP KadipatenAlamat: Jalan Brawijaya no.3 Kadipaten 45452, Majalengka Gembala yang melayani : 1959 – 1973 : Pendeta GKP Jemaat Cideres. 1973 – 1979 : Pdt. Dominggoes Lessi. 1979 – 1982 : Konsulen (Pdt. Wiharja Djian, S.Th). 1987 – sekarang : Pdt. Johan Hendrik Mentang, S.Th. Setelah masa penjajahan Jepang, banyak tanah dan bangunan peninggalan zending yang terbengkalai sekalipun secara resmi semuanya telah diserahkan kepada Gereja Kristen Pasundan, termasuk yang ada di Kadipaten seluas 5.900 m2. Di atas tanah itu terdapat bangunan sekolah dan dua bangunan rumah tinggal. Sekitar tahun 1959 ada beberapa keluarga yang menempati bangunan tersebut, antara lain keluarga P.B. Tomasoa, De Quelyn, dan M. Riry. Di samping mereka, ada juga warga keturunan Tionghoa dan beberapa pendatang yang beragama Kristen, yang kadang-kadang mengikuti kebaktian di GKP Jemaat Cideres. Mulai tanggal 7 Juli 1963, dipelopori oleh keluarga P.B. Tomasoa, Tan Tjan Hong, M. Riry, A.F. Mengko, A. Manikalo, Riung Batung, De Quelyn, Tan Cin Gie, Tiah Jayawiguna, dan Ch. Tehupuring, di sana diadakanlah kebaktian-kebaktian, yang selanjutnya dilayani oleh Majelis Jemaat GKP Jemaat Cideres. Persekutuan di sana kemudian menjadi pos kebaktian di bawah pelayanan GKP Jemaat Cideres. Karena perkembangannya cukup baik, pada tanggal 12 Januari 1964 dibentuklah pengurus pos kebaktian. Pada tanggal 7 Juli 1970 pos kebaktian itu menjadi bakal jemaat, yang dibina oleh Klasis GKP wilayah Cirebon. Sampai bulan Desember 1951, jemaat berhasil membangun gedung gereja sendiri. Pada tanggal 16 Desember 1971, akhirnya Bakal Jemaat Kadipaten diresmikan sebagai GKP Jemaat Kadipaten yang mandiri, dengan nama GKP Jemaat “Eben Haezer” Kadipaten. Seiring dengan kebutuhan, gedung gereja pun mengalami pemugaran. Gedung gereja kemudian diresmikan pada tanggal 12 November 1985. Sejak meninggalnya Pdt. D. Lessy pada tahun 1979, GKP Jemaat “Eben Haezer” Kadipatan lama tidak memiliki pendeta sendiri. Namun, pada tahun 1989 Vikaris Johan Mentang, S.Th. ditahbiskan menjadi pendeta di GKP Jemaat “Eben Haezer” Kadipaten. Jemaat yang beribadah di sana terdiri atas berbagai suku, seperti Sunda, Maluku, keturunan Tionghoa, Hindustan/Saudi, dan Tapanuli. |
|
||||||
![]() | |||||||