Mailing List GKP

Tentang GKP
Lingkung GKP
Klasis Purwakarta
Klasis Bogor
Klasis Priangan
Klasis Jakarta
Klasis Cirebon
Lembaga
Lain-lain

GKP Haurgeulis

Alamat: Jalan Siliwangi no.37 Haurgeulis 45264
Telepon: 0234-741455

Gembala yang melayani :

1957 – 1958 : G.I. Kama

1961 – 1963 : Konsulen (Pdt. Kesa Yunus)

1963 – 1964 : ( disebutkan ada Sdr. Muhali Sairoen)

1964 – 1969 : ( disebutkan ada Bpk. Emen Mintaredja& Bpk. Sobana Setra)

1969 – 1970 : ( disebutkan Sdr. Tresna Purnama Sairin STh).

1970 – 1982 : ( disebutkan dilayani Bpk .Martono)

1982 – 2001 : Pdt. Kurniada Lampung, S.Th.

2001 – 2006 : Pdt. Obertina M. Johanis, S.Th.

2006 – sekarang : Pdt. Budi Triadi Kaidun, S.Th.

Pada awal tahun 1950-an sering terjadi kerusuhan dan huru-hara di Desa Tamiyang akibat ulah gerombolan pengacau, yaitu DI/TII.

Pada tanggal 14 November 1951 Pendeta Usman Sarim, yang merupakan pendeta pertama di GKP Jemaat Tamiyang terbunuh. Ia ditembak oleh gerombolan DI/TII. Enam tahun kemudian, yaitu pada tanggal 7 Agustus 1957, bangunan GKP Jemaat “Rehoboth” Tamiyang dibakar sehingga anggota jemaat banyak yang mengungsi ke berbagai tempat, antara lain Jakarta, Bandung, dan Haurgeulis.

Di antara anggota jemaat yang mengungsi ke Haurgeulis, kebanyakan dari mereka tinggal di daerah Babakan Jati. Mereka kemudian dilayani oleh Guru Injil Kama.

Setelah pelayanan itu berlangsung kurang lebih satu tahun, dibangunlah tempat ibadah yang diberi nama GKP “Rehoboth” Babakan Jati pada tahun 1958, yang kemudian diresmikan sebagai GKP Jemaat Haurgeulis pada tanggal 3 April 1961.

Tujuh tahun kemudian, berkat ketekunan Bapak Tjoe Hong Tjeng, banyak anggota jemaat GKI Indramayu yang kemudian masuk menjadi anggota jemaat GKP Jemaat Haurgeulis. Dalam hal itu, ialah yang melakukan pemberitaan Injil di kalangan warga keturunan Tionghoa sehingga anggota jemaat semakin bertambah.

Dengan bertambahnya jumlah anggota jemaat, tempat ibadah yang diperlukan pun tentunya harus lebih besar. Untuk itu, melalui penggalangan dana dan usaha Bapak Tjoe Hong Tjeng, sebidang tanah di sebelah utara pastori dapat dibeli. Setelah itu, pastori dibongkar dan gedung GKP Jemaat Haurgeulis dibangun kembali.

Gedung gereja GKP Jemaat Haurgeulis diresmikan pada tanggal 4 Juni 1968, yang digunakan sampai sekarang.

Jumlah jemaat di GKP Jemaat Haurgeulis saat ini sebanyak 150 KK atau ± 446 Jiwa. Mereka berasal dari berbagai suku bangsa, antara lain Jawa, keturunan Tionghoa, Ambon, Batak, dan berbagai suku lainnya.