Mailing List GKP

Tentang GKP
Lingkung GKP
Klasis Purwakarta
Klasis Bogor
Klasis Priangan
Klasis Jakarta
Klasis Cirebon
Lembaga
Lain-lain

GKP Kampung Tengah

Alamat: RT 08/001 Kel. Tengah, Kramatjati-Jakarta Timur
Telepon: 021-8004393

DATA DAN SEJARAH GKP JEMAAT KAMPUNG TENGAH

A. DATA JEMAAT

* Berdiri Jemaat -Tanggal/ Bulan / Tahun: 04 April 1971 -Usia Jemaat : 34 Tahun * Jumlah KK : 231 KK * Jumlah Jiwa : 626 Jiwa * Jumlah Anggota Baptis : 617 jiwa ,(Non Baptis 9 Orang) * Jumlah Anggota Sidi : 474 jiwa

B. PERIBADATAN

Kebaktian Umum (Minggu) : I  Pkl.  : 09.00 s/d 11.00
a.  Kebaktian Rumah Tangga
    Hari: Rabu          Pkl.: 19.00
b.. Kebaktian SMKA 
    Minggu,             Pkl.: 07.00 s/d 08.30
c.  Keb. Remaja
    Hari : Selasa       Pkl.: 19.00 s/d 20.30
d.. Keb. Pemuda
    Hari: Sabtu         Pkl.: 19.00 s/d 20.30
e.  Keb. Wanita
    Hari : Jumat        Pkl.: 16.00 s/d 17.30
f.. Keb. Pria (Minggu I, III, V)
    Hari : Jumat        Pkl.: 19.00 s/d 20.30
g.  Keb. Lansia (Sebulan sekali)
    Hari : Selasa (I)   Pkl.: 10.00 s/d 12.00
h.  Keb. Gunem catur
    Hari : Rabu (V)     Pkl.: 19.00 s/d 20.30

C. SEJARAH (singkat) JEMAAT

Adanya Gereja Kristen Pasundan Kampung Tengah, bermula dari kehadiran sebelas keluarga Kristen asal Kampung Sawah, Pondok Gede, Bekasi, yang hijrah ke Kampung Tengah, Kramat Jati, Jakarta Timur, yaitu:

1. Kel Yoram Baiin 7. Kel. Martinus Baiin
2. Kel Idris Sanglir 8. Kel Leman Yonas
3. Kel Totam Baiin 9. Kel Elia Cimi
4. Kel Sakeus Petrus 10. Kel Yosua Cimi
5. Kel Yoel Cimi 11. Kel Yason Baiin
6. Kel Sakeus Sandang

Melalui keluarga-keluarga inilah persekutuan umat Kristen di Wilayah Kampung Tengah, yang kemudian dikenal dengan Jemaat Gereja Kristen Pasundan Kampung Tengah, dirintis keberadaannya. Langkah pertama yang ditempuh untuk mewujudkan persekutuan di Kampung Tengah adalah membentuk Pos Pelayanan bagi anak-anak Sekolah Minggu yang dikoordinir oleh GKP EBENHAEZER, CAWANG. Pembentukan Pos Pelayanan Sekolah Minggu ini dilakukan bersamaan dengan perayaan Natal pertama yang diadakan oleh keluarga Kristen Kampung Tengah yang berlangsung di rumah Kel. Yoram Baiin pada tanggal 27 Desember 1960. Melalui Natal inilah keluarga Kristen mulai menghimpun diri menjadi sebuah persekutuan. Sedangkan pelayanan bagi anak-anak Sekolah Minggu di Kampung Tengah sepenuhnya ditangani langsung oleh Bapak Yotam Baiin dan Ibu Sakeus Petrus (almarhum).

Kemudian pada tahun 1962, persekutuan keluarga Kristen yang ada di Kampung Tengah ditingkatkan statusnya menjadi Pos Pelayanan dari Jemaat GKP EBENHAEZER, Cawang, dengan mengambil tempat kegiatan ibadah di Rumah Keluarga Yoram Baiin. Sekalipun telah menjadi Pos Pelayanan, namun wewenang pengaturan kegiatan di persekutuan keluarga Kristen Kampung Tengah ini sepenuhnya berada dalam koordinasi Majelis Jemaat GKP EBENHAEZER, Cawang.

Selama dalam statusnya sebagai Pos Pelayanan, aktivitas persekutuan terus meningkat. Jumlah keluarga Kristen pun kian bertambah. Bersamaan meningkatnya aktivitas persekutuan, aktivitas kategorial lain yang mengalami peningkatan adalah di kalangan ibu-ibu. Sejalan dengan itu maka pada tanggal 5 Mei 1967, dibentuklah wadah pelayanan bagi pada ibu-ibu Kristen yang ada di Pos Pelayanan Kampung Tengah dengan nama PERSATUAN KAUM IBU, dengan formasi kepengurusan terdiri dari:

Ketua : Ibu Herman Rikin
Penulis : Ibu Yanes Bone
Bendahara : Ibu Yoram Baiin
Penasehat : Majelis GKP Cawang dan Ibu Waldus Are

Dengan adanya wadah pelayanan kategorial bagi kaum ibu ini, maka aktivitas persekutuan di Kampung Tengah terasa bertambah hidup, bahkan semakin terdengar gaungnya di tengah masyarakat yang mengitarinya. Dengan semakin saratnya aktivitas di dalam persekutuan Kampung Tengah, maka pada tanggal 27 September 1967, dibentuklah pengurus Pos Pelayanan dengan formasi terdiri dari:

Ketua : Yoram Baiin
Penulis : DeccaNoron
Bendahara : Abraham Titawanno
Pembantu I : Martinus Baiin
Pembantu II : Yotam Baiin

Kondisi tempat beribadah yang saat itu mengambil bagian belakang rumah keluarga Yoram Baiin, memang sangat memprihatinkan baik fisik bangunan maupun daya tampungnya. Dengan didorong oleh keinginan memiliki tempat ibadah yang memadai, dan adanya dukungan penuh dari Bapak Rojali, Lurah Kampung Tengah pada saat itu, maka pembangunan rumah ibadah di atas tanah milik Yoram Baiin dan Yason Baiin diwujudkan yang diawali dengan peletakan batu pertama pada tanggal 4 April 1968.

Untuk memenuhi pelayanan kategorial di kalangan kaum muda, yang saat itu berjumlah sekitar 15 orang, maka pada Bulan Agustus 1969, dibentuklah Komisi Pemuda dengan formasi kepengurusan terdiri dari:

Ketua : Asikin Baiin (merangkap seksi koor)
Penulis I : Suparwoko
Penulis II : Sulaiman TB
Bendahara : Suryati Sandang

Pada tanggal 27 September 1970, status Pos Pelayanan ditingkatkan menjadi Pos Kebaktian (anak jemaat) dari GKP EBENHAEZER, Cawang, yang diresmikan oleh Bpk. Maan Bone.

Satu tahun kemudian, yakni tanggal 04 April 1971, Pos Kebaktian Kampung Tengah ditingkatkan menjadi Jemaat Kampung Tengah yang berdiri sendiri, dengan sebutan Jemaat GKP Kampung Tengah. Dengan demikian, secara otentik, tanggal 4 April 1971 adalah hari jadi Jemaat GKP Kampung Tengah. Adapun formasi Majelis Jemaat yang pertama sejak menjadi jemaat dewasa adalah terdiri dari :

Ketua : Decca Noron
Wakil Ketua : Sumardjan (alm) (merangkap Koord. Pemuda)
Penulis I : Musa Niman
Penulis II : Asikin Baiin
Bendahara : Ngadiyo (alm)
Anggota : Idris Sanglir (merangkap pemeliharaan)

Keadaan Jemaat secara kualitas dan kuantitas sejak jemaat Kampung Tengah didewasakan terasa kian meningkat Tidak saja kaum Bapak, tidak saja kaum ibu dan pemuda, tetapi juga para remaja kerap hadir dalam setiap penyelenggaraan ibadah. Sejalan dengan munculnya sejumlah remaja di dalam jemaat, maka muncul problema pelayanan kategorial bagi para remaja. Untuk selanjutnya, dengan dilatarbelakangi oleh keinginan memberi pelayanan dan pembinaan khusus bagi para remaja, maka pada tanggal 11 Maret 1974 dibentuklah wadah bagi remaja dengan nama Persatuan Remaja GKP Kampung Tengah. Selanjutnya agar wadah tersebut melembaga di dalam jemaat, maka istilah Persatuan Remaja diubah menjadi Komisi Remaja. Formasi pengurus yang pertama terdiri dari:

Ketua : Samskiren Tandi
Penulis : Dadi Hudaya Baiin
Bendahara I : Winarni Lampung
Bendahara II : Yusniati Baiin
Koordinator : Yoram Baiin (alm)

Sejak masa perintisan, masa Pos Pelayanan dan masa Pos Kebaktian hingga selama 9 tahun menjadi jemaat dewasa, GKP Kampung Tengah tumbuh dan berkembang tanpa gembala tetap. Namun demikian, pada masa-masa tersebut jemaat GKP Kampung Tengah tetap mendapat siraman rohani dari beberapa Pendeta terdekat yang ambil bagian dalam pembinaan jemaat Kampung Tengah, yang antara lain :
1.Pendeta Waldus Are, dari Dinas Pembinaan Mental Protestan TNI AD, telah banyak memberikan pembinaan langsung bagi warga jemaat GKP Kampung Tengah, khusunya dalam meletakkan dasar-dasar persekutuan dan kerangka hidup berjemaat.Hingga saatini beliau masih ambil bagiandalamkegiatan jemaat.
2.Pendeta Habil Atje (alm), secara khusus membantu pelayanan di GKP Kampung Tengah pada kurun waktu menjadi Pos Kebaktian.
3.Pendeta Muhali Sairun dan Pendeta Tresna Purnama, S.Th, disamping berperan sebagai pendeta konsulen, juga ambil bagian dalam pembinaan kaum muda lewat pelayanan katekisasi serta turut serta mempersiapkan kehadiran pendeta tetap di Jemaat GKP Kampung Tengah.

Sekalipun mendapat pelayanan dari pendeta-pendeta terdekat, tetapi kerinduan Jemaat untuk menghadirkan seorang gembala tetap yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup jemaat, tampaknya tak pernah pudar dan pupus. Hal ini terbukti lewat upaya pendekatan yang kerap diiakukan oleh utusan-utusan jemaat. Kerja ini memang melelahkan. Namun apa yang dilakukan bertahun-tahun lamanya itu akhirnya menghasilkan juga tepat pada tanggal 11 September 1980, Pendeta Robby Erick Rumbayan, setelah habis masa tugasnya di Jemaat GKP Cipanas, diboyong dengan segera dan ditahbiskan menjadi pendeta tetap untuk Kampung Tengah, yang peresmiannya dilakukan dalam sebuah kebaktian syukur yang dipimpin oleh Badan Pekerja Sinode GKP.

Dalam perjalanan selanjutnya, pertambahan anggota di GKP Kampung Tengah terus berkembang. Demikian pula penyebaran domisili sebagai konsekuensi pola penyebaran penduduk dan tuntutan tugas semakin pula terasa. Salah satu sasaran penyebaran domisili adalah wilayah Jati Asih, Bekasi. Dengan adanya penyebaran anggota jemaat ke wilayah tersebut yakni Keluarga Wiyana Baiin, maka tuntutan pelayanan turut pula menyebar hingga sampai ke wilayah Jati Asih. Pelayanan yang dikembangkan di wilayah tersebut ternyata berhasil menghimpun beberapa keluarga Kristen yang ada. Guna memenuhi keinginan keluarga-keluarga Kristen yang berhimpun di dalamnya, maka pada tanggal 13 September 1983 dibukalah Pos Kebaktian GKP Kampung Tengah di wilayah Jati Asih, Bekasi. Dan setelah berjalan beberapa tahun, tepatnya pada tahun 1989 Pos Kebaktian tersebut diresmikan oleh Badan Pekerja Sinode GKP menjadi jemaat dewasa, dengan nama GKP Jati Asih.

Kekosongan pendeta tetap, kembali dialami oleh Jemaat Kampung Tengah. Hal ini dialami sejak Januari 1991 oleh karena Pendeta Robby Erick Rumbayan harus melaksanakan tugas sebagai pendeta tetap di jemaat GKP Bekasi.

Kekosongan dari seorang pendeta tetap, memang menimbulkan banyak problema pelayanan di dalam jemaat. Untuk memenuhi tuntutan pelayanan, maka pada bulan Oktober 1991, Jemaat Kampung Tengah memanggil Pendeta Paulus Wijono, S.Th, yang bertugas sebagai pendeta jemaat GKP Jati Ranggon untuk menjadi Pendeta Konsulen di GKP Kampung Tengah. Permintaan Jemaat Kampung Tengah dikabulkan, dan hingga kini jabatan tersebut masih dipegangnya. Namun pada bulan Juni 1993 kerinduan jemaat memiliki seorang pendeta tetap terjawab sudah. Pdt. Tri Hartono diresmikan menjadi gembala di jemaat Kampung Tengah. Beliau menjadi gembala di sini hingga tahun 2003. Pada periode ini telah dibentuk Komisi Pria (Bapak) pada tanggal 23 Februari 1997.

Setelah tahun 2003, kembali jemaat Kampung Tengah tidak memiliki pendeta tetap. Sambil mempersiapkan kehadiran pendeta tetap, kembali Pdt Paulus Wiyono (GKP Rehoboth Jatinegara) menjadi pendeta konsulen di Kampung Tengah. Saat ini telah hadir Vikaris Daryatno, S.Si yang dipersiapkan untuk menjadi gembala sidang selanjutnya.

Demikianlah sejarah singkat Gereja Kristen Pasundan Kampung Tengah, agar dari dalamnya kita boleh memahami betapa besar karya Tuhan, betapa nyata pemeliharaan Tuhan dan betapa Tuhan meminta kepada kita untuk terus melanjutkan perjuangan dalam mewujudkan kerajaan Allah di muka bumi ini.

Sumber: Dokumen Sejarah GKP Kampung Tengah (Majetis Jemaat - 1980)