Mailing List GKP

Tentang GKP
Lingkung GKP
Klasis Purwakarta
Klasis Bogor
Klasis Priangan
Klasis Jakarta
Klasis Cirebon
Lembaga
Lain-lain

GKP Pangalengan

Alamat: Asrama Dodik II AD Pangalengan-Bandung
Telepon: 022-5979839

Gembala yang melayani :

1957 – 1962 : Pdt. Souisa ( Kodam VI Siliwangi ).

1962 – 1964 : Pdt. Pangemanan (Kodam VI Siliwangi).

1964 – 1965 : Pdt. Dominggoes Lessy (GKP)

1965 – 1969 : Konsulen (Pdt. J. Anirun, Ds. Flier (NZV).

1969 – 2000 : O. Warso, S.m.Pak.

2000 – 2001 : Pdt. Sutarno, S.Th.

2001 – 2003 : Konsulen (Pdt. Paulus Husen, S.Th.)

2004 – 2008 : Pdt. Suluh Sutia, S.Si.

Jemaat di Pangalengan secara resmi bergabung menjadi bagian dari Gereja Kristen Pasundan pada tanggal 5 September 1965. Namun, sebagai persekutuan umat Kristen yang melakukan peribadatan, hal itu telah dirintis jauh sebelum tanggal tersebut.

Persekutuan itu bermula dari kerinduan beberapa anggota TNI yang beragama Kristen yang ditugaskan di Pangalengan, yaitu di Kompleks DODIK II Pangalengan. Mereka pada umumnya berasal dari berbagai denominasi gereja, seperti HKBP, GPM (Maluku), GMIM, dan gereja-gereja wilayah Timor.

Kerinduan mereka untuk membentuk persekutuan dan melakukan peribadatan itu mulai diwujudkan dalam suatu program bersama yang disebut “Rawatan Rohani Tentara“ pada tahun 1957. Mereka kemudian mendapatkan bimbingan dari seorang pendeta, yaitu Pendeta Souisa dari Ka. Roh. Prof. KODAM VI/Siliwangi yang ditugaskan di lingkungan DODIK II TNI AD Pangalengan.

Mulai tahun 1964 mereka diizinkan memakai salah satu ruangan di lingkungan DODIK II TNI AD untuk kegiatan peribadatan.

Pada tanggal 5 September 1965, seiring dengan digabungannya kegiatan ibadah itu menjadi bagian dari Gereja Kristen Pasundan, tempat peribadatan pun berpindah ke dalam Kompleks Asrama DODIK II TNI AD, yaitu di dalam bangunan semipermanen.

Pada tanggal 25 Januari 1969, melalui kerja sama dengan masyarakat sekitar kompleks, dilakukanlah renovasi agar tempat ibadat tersebut menjadi gedung yang permanen. Akhirnya, pada tanggal 30 Oktober 1969 tempat ibadah itu diresmikan.

Meskipun mengalami pasang surut kehidupan berjemaat, GKP Jemaat Pangalengan tetap setia dan melayani sampai sekarang. Saat ini keanggotaannya terdiri atas 44 keluarga dengan jumlah 120 jiwa. Mereka terdiri atas suku Sunda (4,5%), Kupang (4,5%), Jawa (4,5%), Minahasa (6,8%), Batak (25%), dan selebihnya merupakan keluarga campuran antara suku-suku tersebut dengan suku Sunda, Batak, Nias, Jawa, Kalimantan, Minahasa, Ambon, dan Kupang (54,5%).