![]() |
GKP JEMAAT IMMANUEL KARAWANGAlamat : Jalan Kertabumi No 39 Pendeta Jemaat : Pdt. Yohanes Sumanta, STh. Pdt. Andries Suhana, S.Si Pada tahun 1899, di Karawang telah ada persekutuan Jemaat Kristen yang kebaktiannya diadakan di rumah-rumah anggota Jemaat secara bergantian. Kebaktian dipimpin oleh seorang Pekabar Injil berkebangsaan Belanda, bernama : Tuan C. Albers, dan pada tahun itu dibaptiskan 9 Orang percaya yang namanya saat ini tidak lagi diketahui. Tahun 1912 dibangun sebuah Sekolah (sekarang dikenal dengan TKK-SDK Maranatha) didaerah Pengasinan, dan kebaktian yang semula berpindah-pindah tempat kemudian menetap di bangunan tersebut. Pada tahun 1932 persekutuan jemaat Kristen di Karawang resmi menjadi bagian Pos Pelayanan dari Gereja Protestan di Purwakarta (sekarang menjadi GKP Purwakarta), dibawah pimpinan Pendeta O.E.v.d.Burg. Pada tahun ini juga dibuka Rumah Sakit Pembantu dan Balai Pengobatan di daerah Kaum, dekat Mesjid Agung Karawang dengan penanggungjawab dr. Andreas Sastrohusodo dan para perawatnya terdiri dari orang-orang Kristen. Jumlah kehadiran Jemaat dalam kebaktian semakin hari semakin bertambah melalui keterlibatan guru-guru di Sekolah dan Perawat kesehatan di Rumah Sakit Pembantu dan tumbuh kerinduan untuk memiliki Gedung Gereja tersendiri. Berkat ketekunan dan doa, berdiri bangunan Gereja di Pengasinan disamping Sekolah yang telah berdiri, dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 14 Nopember 1934. Pada tahun 1948 Pares Rikin pindah ke Karawang menjadi Guru Injil dan isterinya, Bidan Sarah Alio bekerja di Rumah Sakit Pembantu dan Balai Pengobatan. Pada tanggal 11 Juni 1951 Pares Rikin ditahbiskan menjadi Pendeta dan pos pelayanan jemaat Kristen di Karawang dinyatakan resmi berdiri sendiri menjadi Jemaat GKP. Dengan penuh semangat Pendeta Pares Rikin bersama sesepuh Jemaat, terus memperkembangkan pelayanan sehingga lahirlah pos-pos pelayanan, antara lain :
Dalam rangka memantapkan pelayanan pendidikan umum, pada tahun 1955 dibuka SMP Kristen yang dikenal SMP “Masehi” Karawang. Pertumbuhan dan perkembangan Jemaat semakin bertambah banyak sehingga muncul hasrat untuk membangun Gedung Gereja yang memiliki daya tampung yang lebih memadai, maka pada tahun 1956 dibentuk Panitia Pembangunan Gedung Gereja di Jalan Warung Buah ( Gedung Gereja sekarang di Jalan Kertabumi 39), dengan peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Daerah Tingkat II Karawang, yaitu Moh. Tohir M, pada tahun 1960. Pada tahun 1960 Gedung Gereja di Jalan Kertabumi 39 selesai dibangun, dengan bangunan 212 M2 dan diresmikan pada tanggal 25 Mei 1961 oleh BP Sinode GKP. Anggota Jemaat saat itu tercatat ada 40 Kepala Keluarga. Pada tahun 1968 Pendeta Pares Rikin memasuki masa emeritasi dan digantikan oleh Pendeta Dradjat Majan sampai tahun 1973. Sejak tahun 1975 sampai dengan tahun 1990 di GKP Jemaat Karawang dilayani oleh Pendeta rossie Johandi. Anggota Jemaat yang tercatat 140 KK dengan 4 Pos Kebaktian, terdiri : Pos Kebaktian Bojongsari (kini menjadi GKP Bojongsari), Pos Kebaktian Teluk Jambe (Kini GKP Teluk Jambe), Pos Kebaktian Pebayuran dan Pos Kebaktian Kampung Teko. Jemaat GKP Karawang kembali merindukan untuk membangun Gedung Gereja yang memadai, mengingat pertumbuhan dan perkembangan Karawang menjadi zona, kawasan dan kota industri dan jumlah anggota jemaat yang semakin bertambah. Pada tanggal 03 Juli 1988 dibentuk Panitia Pembangunan, dan peletakan batu pertama dilakukan pada tanggal 04 Agustus 1991, diresmikan penggunaannya pada tanggal 15 Nopember 1997. GKP Jemaat Karawang sejak tahun 1990 dilayani oleh Pendeta J. Sumanta, STh hingga sekarang, anggota Jemaat yang tercatat saat ini : 447 KK, terdiri : 726 Anggota Sidi dan 326 Anggota Baptis. POS KEBAKTIAN GKP PEBAYURAN Alamat : Desa Kertasari – Kecamatan Pebayuran Berawal dari kerinduan sekelompok orang Kristen yang ada di Pebayuran untuk mengadakan kebaktian bersama pada tahun 1960-an, maka di rumah Keluarga Empek Tjuan diadakan kebaktian rumah tangga dalam bimbingan Yakin Elia dari Rengasdengklok. Pada tahun 1969 pelayanan kebaktian dilakukan secara rutin terhadap 4 Kepala Keluarga dengan menginduk kepada GKP Cawang, kemudian ke GKP Kramat. Pada tanggal 17 Desember 1986 pelayanan kebaktian di Pebayuran diresmikan menjadi Pos Kebaktian GKP Karawang. Saat ini jumlah anggota Jemaat di Pos Kebaktian GKP Pebayuran : 8 KK, terdiri : 17 Anggota Sidi dan 5 Anggota Baptis. POS KEBAKTIAN KAMPUNG TEKO Alamat : Desa Kertajaya – Kec. Pebayuran Pemberitaan Injil di Kampung Teko dilakukan oleh Pekabaran Injil dari Rengasdengklok dan Komisi Pekabaran Injil GKP Jakarta melalui pelayanan kesehatan masyarakat. Pada tahun 1968 tercatat 3 Keluarga warga Kampung Teko, keturunan Cina dibaptiskan di GKP Kramat-Jakarta. Tanggal 02 Pebruari 1969 pelayanan di Kampung Teko diserahkan dalam naungan GKP Karawang, namun mengingat pada waktu itu di Karawang sendiri tidak ada tenaga Pendeta, maka pelayanan di Kampung Teko tidak terlayani dengan baik. Atas permohonan anggota Jemaat di Kampung Teko saat itu, maka pada tahun 1970 kembali pelayanan ditangani oleh GKP Kramat. Sesuai hasil keputusan Sidang Sinode XX di Sukabumi agar Pos Kebaktian tidak jauh dari Jemaat penanggung jawab, maka pada tahun 1985 Pos Kebaktian GKP Kampung Teko kembali menjadi bagian pelayanan GKP Karawang. Pada tahun 1989 Gedung Gereja lama dipindah ke Gedung Gereja yang baru yang letaknya lebih strategis. Jumlah anggota jemaat di Pos Kebaktian GKP Kampung Teko : 28 KK, terdiri: 42 anggota Sidi dan 21 Anggota Baptis. Pekerjaan anggota Jemaat : Wiraswasta, Buruh Tani. |
|
||||||
![]() | |||||||